Rabu, 16 Juli 2014

Kecanduan Seks, Ini Tanda-tandanya

Ekspresi seksual merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan telah menjadi fitrah bagi manusia sebagai makhluk biologis. Tetapi, jika ekspresi atau dorongan itu begitu kuat dan sering kali seks menjadi lebih dominan ketimbang kesehatan, pekerjaan, atau hubungan sehingga kehidupan Anda menjadi terganggu, mungkin saja Anda mengalami perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB).

Dalam istilah medis, perilaku seks kompulsif juga sering disebut hiperseks, nymphomania, atau erotomania. Ada juga yang menyebut kecanduan seks atau maniak seks. Tetapi dua istilah terakhir ini biasanya berkaitan atau merujuk pada tingginya aktivitas seksual bersamaan dengan penggunaan alkohol, narkoba, atau perjudian.

Menurut penjelasan dalam situs Mayo Clinic, perilaku seks kompulsif secara umum dipertimbangkan sebagai suatu kelainan yang dialami seseorang dalam mengendalikan impuls atau dorongan seks.
Akibat kelainan ini, seseorang tak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Pada kelainan seks ini, perilaku normal yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang ekstrem.

Apa pun itu istilahnya, perilaku seks kompulsif adalah masalah serius yang dapat mengganggu kehidupan seseorang dan bahkan mengancam kesehatan. Tetapi dengan pengobatan dan program-program bantuan, CSB sebenarnya dapat dikendalikan sehingga seseorang dapat membangun kehidupan seks yang lebih sehat.

Kenali gejalanya
Gejala CSB sangat bervariasi, baik dari jenis maupun tingkat keparahannya. Dorongan untuk tenggelam dalam perilaku kompulsif ini bisa bersifat kronis dan kuat, dan mungkin akan terasa di luar kendali. Secara umum, gejala perilaku seks kompulsif dapat dikenali dari pola-pola perilaku berikut ini:

* Memiliki banyak pasangan seks atau affair di luar perkawinan yang sah.
* Berhubungan seks dengan pasangan baru yang belum dikenal atau jasa prostitusi
* Menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual
* Menggunakan layanan komersial yang mengumbar seksualitas lewat telepon atau internet
* Masturbasi dengan frekuensi sangat sering.
* Sering kali melihat atau menggunakan materi-materi pornografi.
* Melakukan hubungan seks bersifat masokisme dan sadisme.
* Mengekspos atau memamerkan seksualitas kepada umum (ekshibisionisme)

Orang yang mengalami CSB sering kali menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau stres. Ia juga akan membiarkan dirinya terlibat perilaku seks berisiko meski sadar akan konsekuensinya seperti gangguan jantung, penyakit menular seksual, atau hilangnya hubungan dengan orang yang dicintai.

Pria dan wanita yang mengalami CSB mungkin saja telah menikah atau sedang dalam hubungan serius. Mereka tampaknya hidup normal, tetapi sebenarnya tidak. Kenyataannya, mereka sering kali kesulitan menciptakan dan mempertahankan keintiman secara emosional. Mereka lalu mencari kepuasan melalui perilaku seks, tetapi pemenuhan kebutuhan itu cenderung tidak tercapai sehingga kehidupan mereka menjadi terasa hampa. CSB juga dapat dialami siapa saja tanpa memedulikan preferensi seksual, baik heteroseks, homoseks, ataupun biseks.

Penyebab
Sejauh ini, para ahli belum dapat memastikan apa penyebab timbulnya CSB. Penelitian ilmiah mengenai kecanduan seks ini masih terbilang baru, dan para ahli masih menyelidiki kemungkinan beberapa penyebabnya antara lain :

* Abnormalitas otak. Penyakit atau kondisi medis tertentu kemungkinan dapat menimbulkan  kerusakan pada bagian otak yang memengaruhi perilaku seksual. Penyakit seperti multiple sclerosis, epilepsi, dan demensia juga berkaitan dengan CSB. Selain itu, pengobatan penyakit parkinson dengan dopamine diduga dapat memicu perilaku CSB.

* Senyawa kimia otak. Senyawa kimia pembawa pesan antarsel otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, norepinephrine, dan zat kimia alami lain dalam otak berperan penting bagi fungsi seksual dan mungkin juga berkaitan dengan CSB meski belum jelas mekanismenya.

* Androgen. Hormon seks ini secara alami terdapat pada pria dan wanita. Walaupun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan CSB.

* Perubahan sirkuit otak. Beberapa ahli membuat teori bahwa CSB adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti.

Senin, 30 Juni 2014

7 Posisi seks klasik sepanjang masa

Missionary

Posisi seks ini adalah posisi seks yang paling umum dan klasik. Posisi misionari cocok bagi mereka yang baru pertama kali melakukan hubungan seks. Plus, posisi ini juga termasuk posisi romantis karena adanya kontak mata di antara Anda berdua.

Doggy style

Posisi seks ini memberikan penetrasi yang lebih dalam namun tidak memberikan kontak mata di antara Anda berdua.
Spooning
Untuk melakukan posisi ini, Anda dan pasangan berbaring menghadap ke arah yang sama. Posisi ini juga dapat dilakukan apabila Anda berdua dalam kondisi yang lelah namun ingin beraksi sedikit nakal
Cowgirl
Posisi ini hampir seperti posisi woman on top, namun Anda duduk dengan membelakangi pasangan Anda. Saat melakukan posisi ini, Anda dapat bebas mengatur kecepatan dan ritme saat bercinta.

Posisi 69

Walaupun sedikit rumit, posisi ini membebaskan Anda untuk melakukan blow job.

Standing

Merdeka.com - Walaupun sedikit tidak nyaman, posisi ini cocok untuk melakukan quick sex atau di saat Anda dan pasangan tidak mempunyai banyak waktu. Atau bisa saja Anda melakukan posisi ini untuk outdoor sex.

Ridetime

Merdeka.com - Mintalah pasangan Anda untuk duduk di kursi atau tepi tempat tidur dan kemudian duduklah di atas pangkuannya. Posisi ini juga dapat membuat Anda mudah untuk mencium pasangan Anda.

Senin, 16 Juni 2014

Pose-pose Yoga yang Bisa Tingkatkan Kemampuan Seks

Yoga telah terbukti sangat efektif untuk hidup sehat. Latihan ini dapat meremajakan tubuh, menyegarkan suasana hati dan membuat Anda lebih aktif. Terlepas begitu banyak manfaat kesehatannya, yoga juga dapat meningkatkan kehidupan seks Anda.

Berikut beberapa pose yoga yang dapat meningkatkan kemampuan Anda di atas ranjang, seperti dilansir Onlymyhealth,

1. Bitilasana
Bitilasana meningkatkan fleksibilitas dan memperkuat punggung Anda. Asana (posisi) ini akan membantu Anda dengan kehidupan seks karena dapat membantu tubuh lebih efektif dan aktif ketika sedang merangkak. Asana ini juga dikenal sebagai 'pose sapi'.

2. Saithalyasana
Tekuk lutut dan rendahkan tubuh ke sisi kiri kaki. Sementara Anda duduk di posisi itu, perlahan-lahan merentangkan kaki kanan di belakang Anda. Turunkan tangan ke lantai dan membungkuk ke depan sehingga dahi menyentuh lantai. Asana ini membuka daerah pinggul dan memperkuat panggul.

3. Ustra Asana
Ustra asana juga dikenal sebagai 'pose unta', yang dapat memperkuat kaki, terutama lutut. Pose ini dilakukan dengan berlutut dan perlahan-lahan membungkuk ke belakang sampai Anda dapat menempatkan telapak tangan pada kaki. Pose ini membantu kehidupan seks Anda karena memungkinkan untuk mengambil tekanan dari lutut saat sibuk bercinta, terutama pada posisi yang mengandalkan lutut. Hal ini juga meningkatkan sirkulasi darah ke organ penting Anda.

4. Anant Asana
Pose ini dilakukan dengan berbaring di sisi kanan tubuh dengan tangan kanan menyangga kepala. Perlahan-lahan hembuskan napas dan tekuk kaki kiri di lutut. Pegang kaki kiri dengan tangan kiri. Luruskan kaki ke atas, sehingga membentuk sudut dengan tubuh. Lanjutkan bernapas normal. Asana ini akan meremajakan seluruh sistem uro-genital Anda.

5. Kapotasana
Pose yoga ini dapat sangat membantu fisik Anda serta kesehatan seksual. Caranya, tekuk lutut dan bungkukkan badan ke belakang, jaga lutut dan siku selebar bahu dan Anda dapat mengharapkan beberapa perbaikan dalam libido serja kinerja di atas ranjang. Anda juga akan merasa lebih aktif sepanjang hari.

6. Setu Asana
Setu asana juga dikenal sebagai 'pose jembatan'. Buka kaki selebar pinggul dengan tangan menggenggam bawah bokong, sehingga berat badan jatuh pada punggung bagian atas dan bahu. Asana ini tidak hanya akan meningkatkan libido, tetapi juga akan membuat Anda merasa aktif.

7. Purna Titali Asana
Asana ini bertindak sebagai pendorong mood dan meningkatkan sistem uro-genital. Letakkan tangan pada kaki, dan tarik kaki Anda lebih dekat ke daerah pangkal. Tahan pose akhir ini selama mungkin dan berkonsentrasi pada pernapasan Anda.