Selasa, 25 Oktober 2011

Alasan Perempuan Lebih Sering Mengeluh Lelah Bercinta

Dibandingkan laki-laki, perempuan memang lebih sering mengeluh terlalu lelah sehingga malas untuk berhubungan seksual di malam hari. Tak hanya karena banyak pekerjaan, tapi ada faktor tubuh alami yang ternyata juga mempengaruhinya. Apa itu?

Secara alami, tubuh perempuan memang lebih mudah lelah untuk melakukan kegiatan di malam hari, termasuk untuk berhubungan seksual. Menurut studi hal ini dipengaruhi oleh ritme sirkadian tubuh perempuan yang lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga membuatnya harus tidur lebih awal, seperti dilansir Topnews.

Ritme sirkadian (jam biologis tubuh) perempuan berjalan enam menit lebih cepat dibandingkan dengan ritme sirkadian tubuh laki-laki. Inilah yang membuat perempuan cenderung lebih mampu bangun pagi tapi tertidur lebih awal di malam hari.

Peneliti dari Harvard University telah menemukan bahwa perempuan yang melaporkan mengalami insomnia terbangun terlalu dini (sebelum jam 5 pagi) sekitar 50 persen lebih sering dibandingkan laki-laki. Setelah bangun terlalu dini, biasanya perempuan akan mengalami kesulitan untuk tidur kembali.

Hasil studi ini membantu menjelaskan mengapa perempuan lebih mudah bangun di pagi hari, sementara pasangannya masih tetap tertidur.

Namun, sebagian perempuan mengalami kekurangan tidur yang kronis karena mencoba melawan siklus tubuhnya yang secara alami memang lebih cepat. Perempuan yang berusaha untuk tetap terjaga hingga larut malam umumnya tetap akan terbangun lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga membuatnya mengalami kurang tidur.

"Yang kami temukan adalah bahwa panjang rata-rata siklus jam biologis pada perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki. Perbedaan rata-rata adalah sekitar enam menit," jelas Jeanne Duffy, salah satu penulis studi.

Namun menurut Charles Czeisler, profesor kedokteran tidur dan dokter di Harvard Medical School, jutaan perempuan berusaha melawan irama sirkadian tubuhnya yang lebih cepat setiap hari, sehingga lebih banyak perempuan yang mengalami kurang tidur.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tanya jawab


TANYA :
Dok, sebagai perempuan sampai saat ini saya masih bingung dengan orgasme. Apakah orgasme itu mengeluarkan cairan seperti ketika pria menyemprotkan sperma, atau bagaimana? Bagaimana saya bisa mengetahui kalau saya sudah orgasme, apakah ada ciri-ciri fisik yang bisa saya atau suami ketahui? Terimakasih dok atas jawabannya.
JAWAB :
Perempuan, seperti juga pria, dapat merasakan orgasme sebagai puncak reaksi seksual yang dialami. Jadi karena menerima rangsangan seksual, perempuan mengalami reaksi seksual, yang mencapai puncaknya dalam bentuk orgasme.
Pada pria sehat dan normal, orgasme diikuti oleh ejakulasi (keluarnya sperma) karena kontraksi  otot di sekitar kelamin. Pada perempuan, peristiwa seperti ejakulasi tidak selalu terjadi, walaupun sebagian perempuan mengalaminya.
Tetapi orgasme pada perempuan secara fisik dapat dikenali dengan terjadinya kontraksi otot di sekitar kelamin dan bagian tubuh lain. Secara psikis, perempuan yang mengalami orgasme pasti merasakan kenikmatan seksual. Jadi sensasi kenikmatan pasti Anda rasakan ketika mencapai orgasme. Sedangkan kontraksi otot sekitar kelamin dan bagian bagian tubuh lain, juga dirasakan oleh suami, selain Anda sendiri.
Mimpi bisa timbul karena pikiran atau hasrat yang terus-menerus ditekan oleh alam bawah sadar kita muncul ke permukaan. Karena seks merupakan salah satu dari dorongan manusia yang paling kuat, tak mengherankan jika bunga tidur kita sering berisi hal-hal yang bersifat seksual.


Mimpi seksual atau mimpi erotis juga bisa timbul karena keinginan erotis tertentu yang tak terpenuhi atau terpenuhi, tetapi kurang memuaskan. Mimpi erotis ini bisa dialami pria ataupun wanita.
Sering kali mimpi seksual yang terjadi menimbulkan rangsangan yang begitu kuat hingga mencapai klimaks atau orgasme. Pada perempuan, situasi ini sering terjadi, terutama saat mereka sedang bergairah.
Dalam buku The Big O disebutkan, cukup banyak perempuan yang mengaku mereka pertama kali merasakan orgasme adalah saat bermimpi. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah perasaan menggebu dalam mimpi itu membuat mereka terbangun dan mereka meneruskan "aksi" untuk mencapai klimaks.
Bagaimana dengan pria? Kebanyakan pria mengalami mimpi erotis saat mereka berusia 20-30 tahun. Frekuensi mimpi ini biasanya berkurang seiring dengan usia.
Pada pria, mimpi erotis biasanya disebut juga dengan mimpi basah. Dengan kata lain, mereka bisa mencapai ejakulasi dan orgasme dalam mimpinya.
Bagi pria yang masih remaja, mimpi basah bisa membuat mereka malu. Tetapi tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya mimpi basah. Mimpi basah merupakan respons tubuh terhadap hormon sehingga tidak perlu ditakutkan.

TANYA:


Dok, saya mempunyai masalah yang sedang dihadapi. Dalam hubungan suami-istri, saya sering mengalami klimaks beberapa kali, bahkan lebih dari 5 kali.
Saya melakukan hubungan suami-istri hampir setiap hari. Pertanyaan saya, apakah saya termasuk golongan yang hiperseks?

Perlu Dokter ketahui, saya pernah studi di luar negeri dan saya tidak pernah berhubungan selama 2 tahun. Akan tetapi, saya melakukan masturbasi dengan jari sendiri, Dok. Saya juga jarang menstruasi, bahkan hingga 1 tahun atau lebih karena siklus tidak lancar. Saya sudah dikaruniai seorang anak berumur 4 tahun dan sekarang saya tidak pernah ikut KB. Apakah saya termasuk normal? Dan apakah ada pengaruh akibat masturbasi? Terima kasih.



JAWAB:


Pada dasarnya perempuan dapat mencapai orgasme beberapa kali asal tetap menerima rangsangan seksual yang efektif. Jadi, normal saja jika Anda dapat mengalami orgasme beberapa kali.


Kalau Anda melakukan hubungan seksual hampir setiap hari, itu bukan berarti Anda tidak normal walaupun tidak umum terjadi setelah menikah cukup lama. Frekuensi hubungan seksual juga ditentukan oleh pasangan. Kalau pasangan menghendaki juga, maka hubungan seksual berlangsung lebih sering. Jadi, hal itu tidak ditentukan oleh salah satu pihak saja.


Mengenai masturbasi yang Anda lakukan, itu berpengaruh terhadap lebih mudahnya Anda dalam mencapai orgasme. Karena itu, mungkin, kini Anda tergolong mudah mencapai orgasme.

Rabu, 19 Oktober 2011

Tanya jawab

TANYA :
Dok, berapa lama idealnya mencapai ejakulasi? Apakah saya termasuk dalam kategori normal setelah melakukan penetrasi hanya 5 menit saja sudah ejakulasi? Adakah trik dalam berhubungan supaya bisa lebih lama. Saya adalah pria sudah berkeluarga 6 tahun berumah tangga dengan 1 anak.
JAWAB :
Berapa lama idealnya pria mencapai orgasme dan ejakulasi sebenarnya jangan ditentukan dengan waktu berapa menit. Masalahnya, dalam hubungan seksual, yang harus dipikirkan juga adalah pihak perempuan sebagai pasangannya.
Jadi kalau pria dapat mengontrol agar tidak terjadi ejakulasi sampai pasangannya dapat mencapai orgasme, itu sudah cukup. Tetapi, tentu dengan syarat, asal pihak perempuan tidak mengalami gangguan funsgi seksual.
Walaupun Anda mencapai orgasme dan ejakulasi dalam waktu 5 menit, asal istri Anda juga sudah mencapai orgasme, sebenarnya itu bukan masalah. Tetapi, kalau itu dirasa mengganggu, baik oleh Anda maupun istri, Anda dapat menggunakan obat tertentu untuk mengontrol ejakulasi. Namun, obat yang efektif mengontrol ejakulasi memerlukan rekomendasi dokter.

TANYA :
Dok, apakah ada kiat-kiat yang bisa dilakukan agar pria tidak mengalami ejakulasi dini? Apakah  penggunaan celana dalam atau celana ketat dapat berpengaruh pada kesehatan alat kelamin pria? Mohon penjelasannya Prof, terima kasih!
JAWAB :
Untuk mencegah agar tidak terjadi ejakulasi dini, jangan lakukan aktivitas seksual yang tergesa-gesa agar cepat merasakan orgasme dan ejakulasi. Misalnya, jangan lakukan masturbasi tergesa-gesa agar tidak cepat mencapai orgasme dan ejakulasi. Tetapi, upaya ini tidak selalu berhasil mencegah terjadinya ejakulasi dini kalau penyebabnya bukan karena kebiasaan tergesa-gesa itu.
Kalau penyebab ejakulasi dini berkaitan dengan kurang berfungsinya serotonin, tampaknya tidak ada cara untuk mencegah terjadinya. Masalahnya, diperlukan pemeriksaan lebih dulu berkaitan dengan serotonin. Ini tidak mungkin dilakukan pada setiap pria hanya untuk mengetahui apakah kelak ia mengalami ejakulasi dini atau tidak. 
Yang dapat dilakukan ialah memberikan pengobatan bagi pria yang ternyata mengalami ejakulasi dini.

TANYA:
Dok, saya pengantin baru, namun harus berpisah dan menjalin hubungan jarak jauh. Karena itulah saya dan istri cuma bisa saling menelepon. Di sela-sela perbincangan tersebut, kami kadang-kadang melakukan masturbasi atau semacamnya.
Namun, akhir-akhir ini, saya sedikit khawatir karena sebentar lagi saya ketemu istri saya dan semenjak melakukan masturbasi, saya jadi cepat ereksi dan cepat mengalami ejakulasi. Adakah hubungannya masturbasi dengan ketahanan terhadap ejakulasi dan bagaimana mengatasi/mengobati permasalahan yang saya hadapi ini? Terima kasih, Dok. 
JAWAB:
Apa yang Anda lakukan dengan istri sebenarnya bukan masalah. Yang pasti, tidak akan menimbulkan risiko dibandingkan melakukan hubungan seksual dengan orang lain.
Maturbasi yang Anda lakukan tidak akan berakibat pada ejakulasi yang cepat ketika melakukan hubungan seksual kelak dengan istri. Karena saya pikir, Anda melakukannya tidak harus asal cepat selesai.
Masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa diyakini dapat mengakibatkan ejakulasi dini. Oleh sebab itu, saya pikir tidak ada alasan Anda untuk melakukannya dengan tergesa-gesa.

TANYA :


Dokter Wimpie Yth. Saya seorang laki-laki sudah menikah dan punya anak. Berkeluarga sejak 2007. Menjalani hidup sehat dengan tidak merokok dan berolahraga teratur 2-3 kali seminggu (2-3 jam). 

Dalam 
medical check up terakhir (bulan juli 2010) saya dinyatakan fit. Namun setahun belakangan, saya menderita masalah ejakulasi tipe 2. Setelah penetrasi, hanya bertahan 2-3 menit, setelah itu ejakulasi. 

Saya sudah mencoba berobat ke salah satu klinik terkemuka, dan mereka menyatakan bahwa saya mengalami kekurangan zat "SEROTONIN", tapi karena biayanya terlalu mahal, saya tidak sanggup untuk menebus obat yang di berikan. 

Pertanyaannya : 1. Bisakah saya sembuh? 2. Kalau klinik tersebut bisa memberikan obat, artinya ada obat lain yang ekuivalen tapi mungkin lebih murah. Obat jenis apakah itu? Mohon penjelasannya dok



JAWAB : 
Saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan "masalah ejakulasi tipe 2". Tidak ada istilah itu dalam Seksologi. Apakah Anda tidak salah dengar? Tetapi kalau ejakulasi yang terlampau cepat, itu harus dibedakan apakah benar suatu ejakulasi dini ataukah sebagai akibat gangguan ereksi.


Walaupun sama-sama mengalami ejakulasi yang cepat, tetapi keduanya berbeda. Maka pengobatannya juga berbeda. Ejakulasi dini dapat disebabkan oleh tidak berfungsinya serotonin. Maka pengobatannya ditujukan untuk memperbaiki fungsi serotonin. Ada beberapa pilihan obat untuk ini, yang memerlukan petunjuk dokter. Harganya pun bervarasi, tidak harus mahal.