Jumat, 07 Oktober 2011

Obat Kuat Osama bin Laden

Gembong teroris internasional Osama bin Laden diberitakan menderita gagal ginjal. Namun dari berbagai jenis obat yang ditemukan di markasnya, ada kemungkinan ia justru menderita lemah syahwat karena salah satunya adalah obat kuat.

Obat kuat yang dimaksud adalah sirup Avena, sejenis ramuan herbal yang sebenarnya diindikasikan sebagai pemanis buatan dan obat sakit perut. Namun karena efek sampingnya bisa membangkitkan gairah seks, obat ini sering disalahgunakan sebagai 'Viagra alami'.

"Di Amerika, 40 persen sirup ini digunakan secara off label, artinya yang dipakai adalah efek sampingnya" ungkap Cynthia Reilly, ahli farmasi dari American Society of Health System Pharmacistsmengomentari temuan obat kuat di markas Osama seperti dikutip dari MSNBC, Minggu (8/5/2011).

Sirup Avena dibuat dari ekstrak biji oat (Avena Sativa), sejenis sereal yang tumbuh liar di berbagai wilayah Eropa. Meski tak banyak bukti ilmiah bahwa sirup ini efektif membangkitkan gairah seks, popularitasnya sebagai suplemen khusus pria dewasa cukup mendunia.

Selain sirup Avena, jenis obat yang paling banyak ditemukan di markas Osama adalah obat sakit perut serta obat batuk untuk anak. Menariknya, tidak ada satupun obat yang mengindikasikan bahwa Osama menderita gagal ginjal seperti yang banyak diyakini selama ini.

Selengkapnya, berikut adalah isi lemari obat di markas Osama seperti diungkap oleh stasiun berita NBC News Pakistan baru-baru ini.

1. Tablet Grucid (omeprazole)
Obat ini diproduksi di India dan diindikasikan untuk mengatasi gangguan pencernaan, khususnya tukak lambung. Bisa juga digunakan untuk mengatasi refluks asam lambung, atau naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

2. Tablet gabapentin
Indikasi utama obat ini adalah mengontrol kejang serta meringankan berbagai jenis gangguan saraf. Bisa juga digunakan untuk meringankan nyeri pada infeksi herpes zooster.

3. Natrilix
Jika benar obat ini dikonsumsi oleh Osama sendiri, maka bisa dipastikan bahwa ia tidak menderita gagal ginjal. Sebab obat yang diindikasikan untuk mengatasi tekanan darah tinggi ini tidak boleh diberikan pada penderita gangguan ginjal.

4. Penza drop
Obat tetes telinga ini berisi ampisilin yang digunakan untuk mengatasi infeksi telinga pada anak.

5. Sirup Tixylax (Tixylix)
Digunakan untuk mengatasi nyeri dada serta batuk di malam hari pada anak-anak.

6. Sirup Brufen
Diyakini sebagai sirup ibuprofen, yakni pereda nyeri dan demam pada anak.

7. Dettole
Cairan antiseptik semacam Dettol yang digunakan untuk membersihkan luka atau goresan di permukaan kulit.

8. Sirup Avena
Berisi ekstrak biji oat (Avena Sativa) yang khasiatnya meredakan sakit perut, namun banyak disalahgunakan sebagai pembangkit gairah seks.

Selasa, 04 Oktober 2011

Pria Hiperseks Tak Puas dengan Satu Wanita


Secara normal, seorang pria akan berpasangan dan melakukan hubungan seksual dengan satu wanita, yaitu istrinya. Tapi pada pria yang mengalami hiperseks, satu wanita tak cukup untuk dapat memuaskannya.

Hiperseks atauhypersexuality merupakan penyimpangan seksual yang ditandai dengan tingginya keinginan untuk melakukan hubungan seksual dan sulitnya mengontrol keinginan seks tersebut.

"Orang yang mengalami hiperseks tidak pernah merasa puas saat berhubungan seks, walaupun sudah mengalami orgasme. Kadang karena tidak puas sering mencari wanita lain," ujar Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS, Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), saat berbincang disela-sela acara konferensi pers peluncuran kompetisi 'Indonesia SweetHard', di Djakarta Theatre Building, Jakarta, Rabu (9/4/2010).

Prof Wimpie mengatakan ciri-ciri orang yang menderita hiperseks antara lain:

  1. Tidak pernah merasa puas saat berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang yang membuat pria hiperseks tak puas dengan satu wanita.
  2. Tuntutan seks tidak bisa ditunda
  3. Tidak bisa mengontrol keinginan seks
  4. Sangat tergila-gila dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks

Menurut Prof Wimpie yang juga merupakan pengajar di Bagian Andrologi dan Seksologi, Pusat Studi Anti-Aging Medicine Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, kebanyakan orang yang mengalami hiperseks tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyimpangan seksual tersebut, sampai ada orang yang menyadarkannya.

Penyimpangan ini bisa diakibatkan karena adanya gangguan psikoseksual atau trauma yang terjadi pada masa kecil. Trauma masa kecil ini bisa berasal dari lingkungan keluarga atau sekolah.

Pada umumnya, orang yang mengalami hiperseks tidak bisa disembuhkan. Pengobatan atau rehabilitasi yang ada hanya bisa mengurangi atau melatih untuk mengontrol keinginan seksnya yang sangat besar.

Tapi Prof Wimpie juga menuturkan bahwa masih ada upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mengurangi dan mengontrol keinginan seksual orang yang mengalami hiperseks, yaitu dengan cara menelusuri trauma masa kecil yang dialaminya dengan melakukan konseling ke ahli psikologi.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Jumlah Sperma Manusia Kalah Banyak dari Makhluk Lain


Jumlah sperma yang dikeluarkan seorang pria saat ejakulasi kalah banyak dari spesies mamalia yang lain. Produksi spermanya hanya mampu mengungguli tikus dan marmut, bahkan kalah banyak dari babi yang ukurannya lebih kecil dari manusia.

Spesies mamalia yang bisa disetarakan dengan manusia dalam kaitannya dengan produksi sperma hanyalah kelinci. Hewan pengerat bertelinga panjang ini mampu mengeluarkan jumlah sperma yang sama dengan manusia yakni 280 juta dalam sekali ejakulasi.

Mamalia lain yang ukurannya lebih besar dari kelinci umumnya mengeluarkan sperma dalam hitungan miliar, bukan cuma ratusan juta seperti halnya manusia. Domba mengeluarkan 1 miliar sperma sekali ejakulasi, sementara babi paling banyak yakni 8 miliar.

Selengkapnya, perbandingan jumlah sel sperma dalam sekali ejakulasi pada manusia dan beberapa spesies mamalia atau hewan menyusui adalah sebagai berikut, seperti dikutip dariOakland.edu, Kamis (26/5/2011).

  1. Babi (8 miliar)
  2. Sapi (3 miliar)
  3. Domba (1 miliar)
  4. Manusia (280 juta)
  5. Kelinci (280 juta)
  6. Marmut (80 juta)
  7. Tikus got (58 juta)
  8. Tikus rumah (50 juta)

Angka tersebut tentunya hanya diambil rata-rata sebab pada kenyataannya produksi sperma pada manusia sangat bervariasi. Jumlah sperma yang dihasilkan dipengaruhi banyak faktor termasuk diet, gaya hidup serta frekuensi pria mengalami ejakulasi.

Saat ejakulasi, cairan sperma yang disemburkan oleh alat kelamin pria bervariasi antara 2-6 ml dengan rata-rata sekitar 4,2 ml atau kurang lebih setara dengan 1 sendok teh. Angka 280 juta diperoleh berdasarkan rata-rata jumlah sel sperma yakni 66 juta/ml.

Pada pria, produksi sperma secara global memang berkurang dalam beberapa dekade terakhir. Angka 66 juta/ml merupakan hasil penelitian yang dilakukan tahun 1990-an, sedangkan pada tahun 1940-an jumlah sel sperma pria masih mencapai 113 juta/ml.

Makin banyak sperma yang diproduksi dan dikeluarkan saat ejakulasi, makin tinggi kemampuan pria untuk membuahi pasangannya. Namun jangan cemas, pria dengan konsentrasi sperma hanya 20 juta/ml tetap bisa membuahi meski peluangnya lebih kecil sebab yang dibutuhkan sebenarnya hanya 1 sel sperma.